Antara Khayalan Dan kenyataan Dalam Hidup Menuju Kehidupan

Jumat, 14 Mei 2010

KATANYA CINTA




Terpecut oleh ucapan sahabat saya kemarin malam saat kami menghabiskan senja di kursi panjang lapangan basket komplek rumah saya, katanya “tahu gak De, cinta itu butuh pembuktian De agar terlihat kesungguhan kita, dan terbalas cinta kita” jika cinta kepada manusia saja butuh pembuktian baru bisa dianggap cinta apalagi cinta kepada ALLAH, Iya saya tersadar bahwa saya sering sekali mengatakan bahwa saya mencintai ALLAH, jangan jangan saya memang hanya pandai berucap gak mampu membuktikan

Ketika ini masih sering terulang dimana shalat dhuha saya cuma dua rakaat itupun dengan terburu buru karena ada kerjaan, ketika qiyamullail hanya dua rakaat inipun dengan kepala hampir jatuh tertidur karena ngantuk, shalat lima waktu? selalu diujung waktu, nyaris abis tuh waktu, dhuhur mepet ashar, ashar mepet magrib, magrib mepet isya dan isya jelang subuh, subuh ketiduran udah gitu milih ayatnya yang pendek- pendek saja agar cepet selesai. gak pake doalah karena ALLAH tahu apa yang saya inginkan [parah], lipat sajadah dan kabur ngejar dunia



Dengan kelakuan seperti diatas, kira kira pantas gak saya bilang cinta kepada ALLAH, berlama lama aja gak mau, lebih milih dunia, artinya saya cinta dunia belum cinta ALLAH malu gak sih ngomong cinta tapi gini kelakuan kita? duh ampuni hamba ya ALLAH, ternyata hamba belum mampu membuktikan kesungguhan cinta hamba baru sebatas keluar dari bibir mungil hamba, beri hamba waktu untuk membuktikan agar tak menyesal dihari akhir nanti

Ketika ini masih sering terjadi saya membaca AlQur’an kalau sempet padahal saya tahu bahwa petunjuk hidup saya ada disana, bahwa AlQuran adalah surat cinta kekasih saya, okelah sesekali saya baca tapi itu pun kalau sempet, tanpa memahami arti dan maknanya asal baca, asal kedengeran merdu ditelinga saya dan ternyata ayat-ayat yang mengalir tak jua membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah “ketika dibacakan ayat-ayat ALLAH maka tergetarlah hatinya“



Yang begini ngaku beriman? ya ALLAH takut banget rasanya hati saya membaca tulisan saya sendiri diatas, terbayang bahwa saya selama ini lalai, bahwa saya masih jauh dari mampu membuktikan bahwa saya mencintaiMU seperti teriakan lantang bibir mungil saya, takut jika waktu saya semakin sempit untuk memperbaiki keimanan saya …

Jika tak segera saya perbaiki keimanan saya dengan memperbanyak ibadah saya apakah pantas saya bertemu dengan ALLAH dan RasulNYA kelak? sedang wajah Indah ALLAH dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga ALLAH kelak. Dan tanda tanda orang beriman jelas bahwa ketika disebut nama ALLAH maka tergetarlah hatinya, harusnya saya upayakan ini, caranya?

Sekedar bertanya tak akan mengubah keadaan bukan? kini waktunya memperbaiki semuanya, shalat pada waktunya plus rawatib sebelum dan sesudahnya tak akan melewati 20 menit dari 60 menit waktu istirahat koq, puasa senin kamis sebagai pembuktian bahwa saya konsisten beribadah tak hanya di puasa Ramadhan, zakat atas uang dan rejeki lain yang saya terima, sedekah setiap hari meski hanya 1000 [seribu] rupiah namun rutin, membaca alquran dan maknanya, shalat malam jangan ditinggal karena bertemu ALLAH adalah saat terindah, untuk ampunan dan cinta dan berteman dengan orang orang yang soleh/solehah dan dzikir malam perpanjanglah.
posted by Mhyron Thapshec at 04.11

0 Comments:

Posting Komentar

<< Home