Antara Khayalan Dan kenyataan Dalam Hidup Menuju Kehidupan

Jumat, 07 Mei 2010

KETIKA CINTA MENJADI BERHALA



Entah kenapa setiap kali malam minggu tiba jiwa romantis saya meronta ronta, merobek setiap relung hati dan mencoba mengerti mengapa malam ini terasa berbeda dari malam malam yang lain, malam minggu identik dengan keromantisan, identik dengan kasih sayang dan identik dengan cinta cintaan, mungkin karena malam minggu banyak yang mencurahkan kasih sayang, yang punya pacar ya pacaran, yang gak punya pacar yah cari gebetan, kalo kata teh Ike Nurjanah “ku terlena..” :)

Dan bisa dipastikan bagi sebagian orang malam minggu adalah malamnya setan berpesta pora dan setiap kita akan gampang sekali menjadi para hamba hamba setan dimalam panjang ini, mengikuti apa yang setan inginkan maksud saya, nauzubulahimnidzalik :)

Masih terngiang pertemuan terakhir dengan sahabat saya yang sedang jatuh cinta, ini katanya tentang cinta ”lo tahu gak De, rasanya hati gue berdegup, berbunga, gue gak bisa hidup kalau gak ada dia De, gak bisa makan dan minum, sehari gak ketemu rasa setahun, dia tempat curahan kasih sayang gue, sandaran jiwa gue De, enak banget rasanya De” aduh duh aduh, jujur saya dibuat bengong oleh ocehan kepompong kosong ini :)

Jika semua ungkapan sahabat saya ini benar, dimana ALLAH kira kira yah? ketika hati penuh oleh khayalan bersama jejaka yang bikin sang gadis meleleh apa masih ada tempat untuk berpikir tentang keberadaan ALLAH, saya jadi berpikir ketika cinta kepada manusia mengalahkan cinta kita kepada ALLAH apa gak jadi berhala tuh cinta.

Iya berhala, berhala itu apa sih? apa yang saya bayangkan ketika pertama kali mendengar kata berhala? bentuk benda menyerupai manusia, berkarakter, disembah, tapi jaman sekarang secara logika sudah gak bisa diterima untuk menyembah berhala berwujud bukan?

Ternyata setan juga mengikuti era digital loh, setan gak yerah tuh, ia dengan pasukannya kembali menggoda manusia dengan berhala yang tak terlihat tapi mampu membuat manusia takluk, menyembah, tak bisa hidup tanpa berhala ini, berhala ini bernama cinta dunia :( ehm… bisikannya lembut banget, pembenarannya juga banyak tuh, logika aja sih lewat lah.

Iya, berhala tak berwujud yang saya sembah itu berupa cinta sang kekasih yang saya kejar sampe lupa dzikir karena keenakan menyebut nyebut nama si yayang daripada menyebut nama ALLAH, berhala itu bernama harta yang saya kejar hingga takut zakat dan sedekah yang agak lebih karena takut gak cukup nih uang hingga akhir bulan plus hutang kartu kredit yang belum dibayar, berhala itu bernama jabatan, bernama pekerjaan, dengan alasan masih banyak kerjaan saya tunda waktu shalat saya … ya ALLAH ternyata saya masih menyembah berhala :(

Dada ini saya penuhi dengan keinginan duniawi, tanpa ada tempat untuk ALLAH, sehingga walaupun tiap hari saya bershahadat yang saya lakukan seakan-akan ALLAH tak ada, tak melihat. ALLAH saya jadikan nomor seratus sekian ketika saya akan mengambil keputusan bahkan saya tempatkan di wilayah yang tak penting lagi, tak ada shalat tahajud tuh waktu saya kalut, dan ketika saya butuh petunjuk bukan ALLAH yang saya tanya melalui shalat istikharah tapi saya tanya sahabat saya, kekasih saya, Ayah saya :( ALLAH hanya jadi alat pembenaran ketika saya memiliki hajat pribadi. ALLAH hanyalah suplemen agar keinginan nafsu menjadi sedikit halal, sah, lengkap, dan mantap. Secara tak sadar saya menafikan La Haula walaa Quwwata Illa Billah :(

Jika sudah begini, apa bedanya saya dengan Firaun, menjadi pengikut setan dan menampikan kehadiran ALLAH, berbuat seolah olah ALLAH tak melihat, tak mendengar … tak ada, padahal kita bershahadat.

Berhentilah menjadi Firaun di zaman modern ini, berhentilah menyembah berhala bernama cinta dunia…



Sekarang waktunya bertaubat, waktunya kembali kepada ALLAH, cintailah ALLAH melebihi apapun, isilah setiap hembusan napas dengan lafal “Subhanallah” dan rasakan bagaimana ALLAH hadir disetiap nadi yang berdetak, biarkan kekasih pergi jika mencintainya membuat kita melupakan ALLAH, bayarlah zakat, tanamkan dalam hati bahwa setiap kali kita gajian maka anak anak yatim dan fakir harus ikut gajian, 2,5% itu milik mereka jangan dipakai untuk bayar kartu kredit dulu baru kalo ada sisanya zakat, bayar zakat dulu dong nanti kalo secara kalkulator kurang maka ALLAH yang akan bantu mencukupi, masa mau jadi pemangkas harta fakir miskin, jangan jadi Firaun di era digital, takut sama ALLAH :)

Dan ALLAH TIDAK PERNAH INGKAR JANJI bukan? buktikan bahwa janji ALLAH itu benar ketika kita mengejar akhirat maka dunia akan mengikuti, jadi jangan dibalik dengan kejar dunia dulu kalo udah puas baru tobat mengikuti akhirat, kalau lagi asik mengejar dunia terus napas kita berhenti, gimana? :)

Ambil Al Quran diatas itu sebagai peta menempuh jalan kembali, ayo jangan ditunda lagi dan lagi, mau sampai kapan menyembah berhala :) saya sih gak mau.

Label:

posted by Mhyron Thapshec at 00.20

0 Comments:

Posting Komentar

<< Home