Antara Khayalan Dan kenyataan Dalam Hidup Menuju Kehidupan

Kamis, 08 September 2011

Puisi Perpisahan dengan Sahabat



Puisi perpisahan dengan sahabat merupakan jenis puisi yang banyak diminati oleh kalangan remaja. Sahabat menjadi subjek yang cukup penting dalam kehidupan remaja, sehingga muncul beragam cara untuk mengistimewakan seseorang yang kita namakan sahabat. Cara mengistimewakan subjek istimewa tersebut salah satunya adalah dengan memberi hadiah khusus berupa puisi. Puisi merupakan rangkaian kata yang memiliki nilai kekuatan cukup besar, bahkan terkadang lebih kuat dibanding ekspresi bahasa tubuh.
Momen perpisahan merupakan peristiwa mengharukan dan menyedihkan antara dua orang bernama sahabat. Kondisi sentimentil ini akan semakin lengkap jika Anda mampu menyelipkan kemasan puisi menarik untuk menambah hidupnya suasana. Puisi itu bisa langsung Anda bacakan di hadapannya diiringi dengan musik pengiring yang sesuai, atau bisa juga Anda buat rekaman khusus suara Anda membaca puisi tersebut dibarengi dengan sound track musik yang menarik. Berikan rekaman tersebut sebagai hadiah kenang-kenangan perpisahan Anda berdua. Atau jika Anda merasa sungkan harus membacanya, puisi perpisahan dengan sahabat juga bisa Anda kemas dalam bentuk video mini dengan latar-latar musik dan gambar yang menarik. Membaca dan menyaksikan video tersebut sudah pasti rekan Anda akan sangat terharu, bahkan bisa jadi berlinang air mata. Terlebih lagi jika Anda sisipkan dengan lagu khas kenangan Anda berdua. ----------------
Gurun Sendiri
Pada sebuah senja kita bertemu dengan secarik lembar ukhuwah
Dulu, dan itu saat kulihat luka menganga di pipimu
Perlahan luka itu mengering, saat kusepuh saban waktu dengan embun kata,
Sahabat, pergimu meranum luka di jiwa
Aku terhampar lagi pada gurun sendiri,
Waktu tak mampu kutanya saat ia menyeretmu jauh
Senyumku mungkin mengering tanpa wajahmu

Sahabat, sudahlah
Inilah fana, yang bersama akan pergi, yang bertemu akan berpisah
Sambutlah ini bilahan rindu,
Sungguh sepiku terlalu, tanpamu
Kamboja senja
Aku belum puas di sini
Bermain-main kata di senjamu,
Bukankah kita berjanji, di angin senja yang luruh
Dan hembusan kamboja mempesona
Sahabat, ada tetes luluh di jiwa
Namamu kini di bawa angin,
di gundukan basah kutemukan namamu
---------------- Sahabat adalah subjek istimewa yang tak akan pernah habis diukir dalam lembar-lembar puisi. Mencintai puisi sahabat adalah kecintaan Anda pada sahabat. Puisi perpisahan dengan sahabat merupakan salah satu cara Anda memonumentalkan orang yang sangat berarti dalam hidup Anda, dia lah sahabat.

Label:

posted by Mhyron Thapshec at 07.31

0 Comments:

Poskan Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home